“Dengan model ini, mahasiswa tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga terbiasa menghadapi persoalan riil di industri,” kata Andi.
Untuk mendukung pembelajaran terapan, ITPLN menyiapkan fasilitas berbasis industri, antara lain VR Laboratory untuk simulasi sistem energi tanpa risiko, EV Conversion Workshop untuk praktik kendaraan listrik, serta program sertifikasi internasional gratis, termasuk sertifikasi Microsoft dan bahasa Inggris.
ITPLN juga mengembangkan pembentukan karakter melalui pemetaan kemampuan mahasiswa yang dikenal sebagai ITPLN Student Profile. Melalui sistem ini, mahasiswa diklasifikasikan untuk dikembangkan menjadi future leader dan high achiever, serta diprioritaskan dalam program beasiswa lanjutan, penugasan organisasi strategis, dan rekomendasi ikatan kerja di lingkungan PLN Group.
Dari sisi keluaran lulusan, ITPLN mencatat tingkat serapan kerja yang tinggi. Berdasarkan tracer study, 92 persen lulusan terserap ke dunia kerja, dengan 32 persen di antaranya telah direkrut sebelum wisuda. Alumni ITPLN tercatat bekerja di berbagai perusahaan nasional dan multinasional, seperti PLN Group, Pertamina, Huawei, BCA, hingga Freeport.
Berdasarkan hasil Tracer studi, rata-rata gaji awal lulusan ITPLN berada di kisaran Rp6,8 juta, dengan potensi mencapai Rp12,5 juta bahkan lebih tinggi bagi lulusan berprestasi yang bekerja di BUMN maupun perusahaan multinasional.
Melalui sosialisasi ini, ITPLN menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi berbasis energi yang mengedepankan keterhubungan langsung antara pendidikan, industri, dan dunia kerja. (red)





