PenaTerkini.co.id, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus tetap dilanjutkan meski saat ini banyak yang merasa terima atau tidak, disebabkan adanya persoalan yang terjadi disaat ini, namun harus memikirkan dan melihat dari manfaatnya program tersebut untuk para pelajar dan masyarakat.
Hal ini dikatakan Prof. Dr. H. Sumaryoto, seorang pengamat dunia pendidikan saat ditemui diruang kerjanya, Senin, (05/01/2026).
Menurutnya, program yang dibuat oleh pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden RI, Prabowo Subianto sudah sangat tepat, agar anak-anak menerima asupan gizi yang seimbang terutama bagi masyarakat yang tidak mampu hal ini sangat dibutuhkan.
Memang tidak dipungkiri, ujarnya melanjutkan, bahwa saat ini banyak permasalahan tentang program MBG, akan tetapi tidak serta merta harus di anggap gagal, yang menjadi tugas penting adalah melakukan pembenahan pada persoalan tersebut.
“Jangan cepat menjustifikasi dalam setiap persoalan dan jangan juga menempatkan kepentingan pribadi atau golongan pada persoalan yang terjadi di MBG ini. Namanya usaha manusia, sudah pasti banyak kelemahan, tetapi bukan berarti program yang sangat bermanfaat buat anak bangsa seperti mencegah stunting dan keseimbangan gizi dan masyarakat ini harus ditiadakan. Kelemahan harus di perbaiki, kekurangan disempurnakan, ini yang harus dilakukan”ungkap Prof. H. Sumaryoto.
Lanjutnya lagi, melihat dari presentasi persoalan yang terjadi dengan manfaat dari MBG tersebut, selain bertujuan menolong orang yang kesulitan ekonomi, didalamnya ada multi player efek atau efek pengganda yang sangat besar manfaatnya bagi masyarakat seperti, memberikan peluang lapangan pekerjaan, petani, nelayan, peternak danada didalamnya Koperasi Merah Putih sehingga bersinergi menjadikan kekuatan ekonomi.
“Manfaat adanya program MBG ini sangat luas, selain membantu bagi keluarga kurang mampu ada multi player efek atau efek pengganda kepada masyarakat, dengan program MBG membuka peluang pekerjaan, melibatkan, pedagang, petani, nelayan, peternak, termasuk koperasi Merah Putih didalamnya sehingga bersinergi menjadikan kekuatan ekonomi,” ujar Prof Dr. H. Sumaryoto, Rektor Unindra PGRI.






